Tata cara Aqiqah yang Baik dan Benar Sesuai Syari’at Islam

tata cara aqiqah

Tata cara aqiqah – Ahlan wa sahlan sobat muslim, setelah kita belajar mengenai syarat-syarat hewan aqiqah, kali ini kita akan mengulas tentang tata cara sesuai dengan syar’at Islam. Adapun tata cara aqiqah adalah sebagai berikut:

  1. Dilaksanakan pada hari ke tujuh

Pelaksanaan Aqiqah memang terdapat banyak perbedaan, ada yang menganjurkan hari ke tujuh setelah kelahiran, namun juga ada riwayat yang memperbolehkan aqiqah dilaksanakan hari setelahnya. Diperbolehkan pada hari ke 14, 21 atau bahkan ketika sudah menginjak dewasa.  Namun afdholnya dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah kelahiran bayi.

 

  1. Menentukan Hewan yang akan disembelih

Setelah ditentukan harinya, maka dicari hewan yang akan di jadikan aqiqah. Adapun ketentuan hewan yang akan disembelih adalah :

  1. Hewan yang diaqiqahkan dalam keadaan sehat jasmani, (meskipun tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang ini namun lebih baik dalam keadaan tidak cacat).
  2. Diperbolehkan hewan jantan ataupun betina.
  3. Bukan merupakan hewan curian (hewan yang didapatkan dengan cara yang halal).
  4. Jika Kambing, minimal usianya 1 tahun (masuk tahun ke dua).
  5. Jika Domba, minimal usianya enam bulan (masuk bulan ke tujuh).

 

  1. Menentukan jumlah hewan yang akan diaqiqahkan

  • Jika anak laki-laki maka hewan yang diaqiqahkan adalah dua ekor, sementara jika anak perempuan cukupp hanya satu ekor saja.

 

  1. Mengucapkan bacaan saat menyembelih kambing

Membaca do’a  adalah hal yang sangat penting. Adapun saat menyembelih kambing aqiqah tidak lupa untuk membaca doa karena ini telah diperintahkan oleh Allah dalam Al- Qur’an yang berbunyi :

“Maka, makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah” (Qur’an Surat  Al Maidah ayat 4).

Dari firman tersebut bahwa makanan apapun itu yang ditangkap, boleh dimakan dengan syarat pada saat menyembelihnya menyebut nama Allah Subhanallahu wa ta’ala.

Selain dalam surat Al-Maidah, anjuran mengenai anjuran berdoo’a sat penyembelihan juga dalam surat lain, yang berbunyi :

Dan, janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu  adalah kefasikan.”(Qur’an Surat Al-An’am ayat 121).

Berdoa dalam penyembelihan ini adalah relatif, asalkan kita berdoa dengan menyebut nama Allah, Maka orang yang menyembelih biasanya mengucapkan :

“Bismillahi wa Allahu Akbar”

Dengan menyebut nama Allah, Allah yang Maha Besar.

 

  1. Daging Aqiqah dibagikan kepada kerabat dan tetangga

Pembagian daging aqiqah ini agak berbeda dengan hewan qurban. Jika hewan qurban dibagikan dalam keadaan masih mentah atau belum diolah, namun justru hewan aqiqah ini sebelum dibagikan kepada harus diolah terlebih dahulu, sehingga orang sudah menerima dalam keadaan matang. Pembagian ini diutamakan kepada orang-orang yang membutuhkan, jika memang sudah tidak ada baru kerabat dan tetangga. Karena orang yang membutuhkan lebih berhak menerima pemberian daging aqiqah ini daripada orang yang sudah mampu.

  1. Sunah–sunah yang lain pada saat aqiqah

Sunah –sunah ini masih dalam serangkaian tata cara pelaksanaan aqiqah, dan sunah adalah hal-hal yang akan menambah pahala kita dalam ibadah aqiqah. Adapun sunah-sunahnya adalah sebagai berikut :

  • Memberi nama bayi pada hari ke tujuh

Nama adalah identitas bayi yang akan dibawa selamanya, sehingga pemberian nama ini adalah penting. Orang tua atau orang yang memberi nama sebaiknya memberi nama yang memilki makna baik, karena nama adalahungkapa do’a untuk bayi tersebut. Sebagai umat Islam, nama-nama bayi bisa di ambil dari Al-Qur’an dan bahasa arab.

  • Mencukur rambut bayi

Seperti pada penjelasan sebelumnya, bahwa mencukur rambut bayi adalah salah satu sunah sebagai penghilang keburukan.

  • Bersedekah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong

Setelah rambut bayi dipotong, lalu rambut bayi tersebut ditimbang. Setelah itu bersedekah emas sesuai dengan berat rambut yang dipotong tersebut.

Itulah tatacara pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, semoga kita selalu bisa melaksanakan ibadah apapun dengan mengikuti sunah rasul dan tuntunan Al-Qur’an. Terimakasih sobat muslim, semoga bermanfaat.

 

Anda membutuhkan jasa aqiqah di jakarta? Kami siap membantu Anda.

 

Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Kambing Aqiqah

Kambing Aqiqah – Assalaimu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh  sobat muslim, Sudahkah kita beraqiqah atau diaqiqahkan? Bagi yang belum melaksanakannya, sebelum kita melakukan aqiqah ada baiknya kita mengetahui syarat dan tata cara pelaksanaan aqiqah. Berikut ini Bunayya Aqiqah Jakarta akan mengulas tentang bagaimana syarat hewan aqiqah seharusnya sesuai dengan ajaran islam, supaya pada saat aqiqah kita dihitung sebagai  umat yang menjalankan sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Jumlah Kambing Aqiqah

Mungkin masih banyak sobat yang bertanya-tanya mengenai jumlah hewan yang seharusnya diaqiqahkan. Dalam pelaksanaan Aqiqah yang harus diperhatikan adalah jumlah hewan yang diaqiqahkan. Jumlah ini berdasarkan dengan jenis kelamin anak yang akan diaqiqahkan. Ketentuan ini telah banyak dibahas dalam beberapa riwayat. Dari Ummu Kurz Al- Kab’biyyah. Dalam dalilnya, Rasulullah bersabda:

“Untuk anak laki-laki dua kambing dan untuk anak perempuan satu kambing.”

Dalil ini hampir sama yang diungkapkan oleh Abu Daud, Ahmad berkata, “Mukafatani adalah sama atau saling berdekatan”(Hadits Riwayat Abu Daud no. 2834 dan Ibnu Majah 3162, dan Syaikh Al-Albani yang menyutujui keshahihan dari hadits ini).

Selain itu pada suatu riwayat dari Ummul Mukminin, Aisyah Radhiallahu ‘Anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alahi wassalam memberikan perintah kepada mereka, untuk laki-laki  aqiqah dengan dua ekor kambing dan untuk anak perempuan dengan seekor kambing (Hadits Riwayat Tirmidzi no. 1513)

Dari riwayat-riwayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa  jumlah hewan yang diaqiqahkan jika laki-laki adalah dua ekor kambing sementara perempuan adalah satu ekor kambing . Meskipun jumhur ulama’sepakat mengenai jumlah hewan qurban ini ternyata masih ada pendapat bahwa untuk anak laki-laki hewan yang di aqiqahkan adalah satu ekor kambing.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “ Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi Wassalam pernah melakukan aqiqah Hasan dan Husain, masing-masing anak di aqiqahi satu ekor domba (Kambing gibas)”( Hadits Riwayat Abu Daud no. 2841). Oleh Syaikh Al-Albani hadist ini dinyatakan shohih, tapi riwayat yang menyatakan dua ekor kambing untuk anak laki-laki lebih shahih.

Jadi intinya, meskipun Sayikh Al-albani menyatakan shahih, namun beliau berpendapat bahwa beraqiqah dengan 2 ekor kambing untuk abak laki-laki adalah lebih baik dibandingkan dengan hanya satu ekor kambing.

Jenis Hewan Aqiqah

Selain Jumlah hewan yang akan di aqiqahkan, yang  masih menjadi perselisihan  adalah tentang hewan apa yang sunah. Apakah kambing atau hewan-hewan yang menyerupainya. Dari berbagai riwayat hadist bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi wassalam adalah kambing atau hewan sejenisnya seperti domba, kibsy (domba putih dalam keadaan sehat), ataupun gibas. Sementara beberapa pendapat yang menyatakan bahwa hewan aqiqah selain kambing, yaitu unta ataupun sapi tidak diperbolehkan.  Pada dasarnya ada dua perbedaan pendapat mengenai jenis hewan aqiqah ini.

  • Tidak Memperbolehkan

Pendapat ini mengacu dari riwayat Ibnu Malikah yang berbunyi :  

“Dari Ibnu Malikah, ia berkata : Telah lahir seorang bayi laki-laki Abdurrahman bin Abi bakar, lalu beliau bertanya  kepada Aisyah : “Wahai Ummul Mukminin, Bolehkan aqiqah atas bayi ini dengan unta?”, maka Aisyah menjawab: “Aku berlindung kepada Allah Subhanallahu wata’ala, namun seperti yang dikatakan oleh Rasulullah, yaitu dua ekor kambing yang sepadan.”

Riwayat tersebut didukung dengan riwayat dari Atha’ Radhiallahu Anhu :

Seorang wanita berkata kepada aisyah: Bolehkan  Seumpama seorang wanita melhirkan seorang fulan lalu kami menyembelih unta? Aisyah menjawab : Jangan, namun sesuai dengan sunah yaitu 2 ekor kambing bagi anak laki-laki dan 1 ekor kambing bagi anak perempuan, (Hadits Riwayat Ishaq bin Rahawaih).

  • Memperbolehkan

Pendapat mengenai diperbolehkannya menggunakan hewan selain kambing ini masih sedikit. Salah satunya dari Imam Ibnu Mundzir. Imam Ibnu Mundzir  berpendapat bahwa hewan aqiqah boleh selain kambing, ia mengacu oada hadits Bukhari yang berbunyi :

Bersama bayi itu terdapat aqiqahnya, maka sembelihlah hewan, dan hilangkan gangguan darinya.”,(Hadits Riwayat Bukhari).

Dalam hadits tersebut, tidak menyebutkan hewan secara spesifik termasuk kambing. Jadi mungkin diperbolehkan aqiqah selain kambing. Jadi bisa menggunakan hewan sapi ataupun unta atau hewan yang lainnya.

Dari perbedaan pendapat ini sobat bisa memilih yang mana yang akan digunakan sesuai dengan keyakinan sobat. Semuanya pendapat  adalah baik dan memiliki dasar yang kuat juga. Jadi kita jangan terlalu memikirkan perbedaan pendapat atau bahkan berdebat, sebagai muslim yang bijak kita menghargai pendapat yang berbeda selama memiliki dasar yang kuat.

Mengenai keadaan hewannya  tidak ada syarat untuk diaqiqahkan. Menurut pendapat Imam As-Shan’ani , Imam Syaukani, dan Imam Ibnu Hazm tentang hewan yang diaqiqahkan yaitu kambing tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu ataupun harus tidak catat seperti hewan yang dijadikan qurban. Meskipun lebih baik kambing yang tidak cacat, namun bagi yang  tidak menemukan atau tidak mampu diperbolehkan menggunakan hewan yang cacat.  Inilah salah satu kemudahan Aqiqah.

Dari pernjabaran syarat-syarat hewan aqiqah ini semoga sobat sudah bisa memahami, dan Insyaalllah bisa mengamalkan. Terimakasih telah berkunjung di website kami, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu berbagi kebaikan kepada sesama.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Jangan lupa baca: rahimsehat.com

Keutamaan Aqiqah yang Perlu Diketahui

Keutamaan Aqiqah

Keutamaan Aqiqah – Assalamu’alaikum sahabat muslim, setelah kita mengulas mengenai hukum aqiqah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang keutamaan aqiqah. Aqiqah adalah bentuk pengorbanan dalam syari’at Agama Islam sebagai bentuk rasa syukur umat Islam kepada Allah Subhanallahu Wa ta’ala atas bayi yang di amanahkan. Hukum aqiqah sendiri menurut jumhur ulama adalah sunah muakkadah.

Agama Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamiin yang mana setiap  tuntunan, salah satunya mengenai pelaksanaan Aqiqah ini pasti memiliki keutamaan –keutamaan yang agung dan. Berikut Keutamaan- keutamaan Aqiqah:

Menghilangkan Penyakit dan Kotoran

Keutamaan ini jarang diketahui oleh sahabat muslim ya?, karena memang didalam Al-Qur’an lebih banyak menyebutkan tentang perintah berqurban daripada aqiqah. Keutamaan ini pernah disebutkan oleh suatu riwayat, seperti yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari   :

Sulaiman bin Amir Adl-Dlabbi telah menceritakan kepada kami “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda “Pada anak lelaki ada kewajiban aqiqah, maka potonglah hewan sebagai aqiqah dan buanglah keburukan darinya” ( Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Pada riwayat ini yang dimaksud dengan menghilangkan keburukan yaitu dengan mencukur rambut bayi.  Jadi dengan mencukur rambut bayi secara tidak langsung juga membuang keburukan-keburukan yang ada pada bayi itu sendiri maupun keburukan dalam keluarga. Jika dilihat dari pandangan yang lain aqiqah adalah salah satu ibadah sedekah berupa seekor maupun dua ekor kambing dimana dibagikan kepada orang-orang sekitar. Ibadah bersedekah juga memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa atau juga bisa disebut dengan penghilang keburukan.

Memperoleh Pahala Sebab Menjalankan Sunnah Rasul

Sebagai muslim yang baik pasti selalu berusaha menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul nya, begitu juga dengan ibadah sunah aqiqah. Seorang muslim akan berusaha untuk melakukan ibadah aqiqah semaksimal mungkin karena ia mengerti bahwa ketika melaksanakan ibadah aqiqah adalah hukumnya sunah muakkad. Ia juga mnegerti bahwa jika melakukan aqiaqh berarti kita telah menjalankan sunah rasul, yang pastinya akan mendapatkan pahala. Pahala adalah salah satu hal yang diperhitungkan oleh setiap muslim untuk mendapatkan surga yang didambakannya dan tentunya untuk bertemu dengan Allah. Anjuran tentang mengikuti sunah rasul terdapat dalam suatu riwayat yang berbunyi :

Dari Abu Huraiarah Radhiyallahu anhu, beliau berkata : “Telah bersabda Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam : Aku tinggalkan dua hal yang kalian tidak akan tersesat selama kalian selalu berpegang teguh kepada keduanya , dua hal itu adalah Kitabullah dan Sunahku., Serta keduanyapun tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di surga”

Dengan pernyataan bahwa Rasulullah telah mewariskan berupa Kitabullah dan sunahnya, dimana ibadah aqiqah adalah salah satu sunah rasul, otomatis pahala mengikuti sunah pasti didapatkan dengan syarat ibadah diniatkan karena Allah ta’ala.

Menambah Tingkat Ibadah Kita Kepada Allah

Jika kita menyadari bahwa hukum aqiqah adalah sunah, tentunya sebagai hamba yang taat merupakan sebuah kesempatanuntuk meningkatkan ibadah sunah kita, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Dengan menyadari seperti itu, otomatis ketika kita berqurban tidak ada rasa terpaksa bahkan tidak ikhlas karena mengetahui bahwa itu adalah tuntutan agama. Melaksanakan ibadah aqiqah pastilah dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar taat kepada Allah. Namun mungkin ada  beberapa orang yang diniatkan untuk riya’ ,menunjukkan bahwa ia mampu membeli kambing untuk diaqiqahkan, maka nilai ibadahnya tidak sama dengan niat untuk benar-benar meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Wallahu a’lam.

Menumbuhkan dan Meningkatkan Rasa Ukhuwah Sesama Muslim

Agama islam adalah agama yang sangat mencintai ukhuwah, karena ukhuwah itu laksana organ tubuh manusia dimana  salah satu ada yang merasakan sakit, maka organ lainnya-pun juga begitu. Begitu juga dengan kebahagiaan.  Seperti pada saat pelaksaan aqiqah, hewan yang digunakan adalah kambing, dimana nanti akan dibagikan kepada umat muslim lainnya. Kegiatan seperti inilah yang akan menambah ukhuwah sesama muslim, dimana berbagi kebahagiaan atas kelahiran bayi. Jika seorang muslim berbahagia maka muslim lainnya juga turut berbahagia.

Mendoakan Sang Bayi dan Semua Umat Muslim

Dalam rangkaian acara aqiqah, didalamnya terdapat doa untuk sang bayi tersebut. Acara mendoakan bayi serta umat muslim ini adalah hal yang sangat di anjurkan oleh Allah, karena Allah sudah berjanji , “Berdoalah, makan akan aku kabulkan”.  Medoakan seseorang juga secara tidak langsung kita juga berdo’a kebaikan kepada diri kita sendiri. Oleh karena itu dalam majelis aqiqah yang digelar, terdapat keberkahan yang sangat banyak karena para tamu seluruhnya  berdo’a untuk bayi dan muslim lainnya, begitu juga para malaikat yang turut berdo’a untuk semuanya.

Sebenarnya masih banyak keutamaan-keutamaan ibadah aqiqah yang lainnya, namun secara garis besar seperti di atas. Sejatinya setiap kebaikan pasti memiliki keutamaan, termasuk aqiqah ini. Setiap ibadah apapun, entah kita merasakan atapun tidak pasti memiliki keutamaan. Untuk itu sobat muslim mari kita ikuti kewajiban dan suah yang telah dianjurkan kepada kita, karena dengan keimanan yang kuat dan dengan hati yang jernih kita dapat merasakankeutamaan –keutamaan yang telah anugerahkan oleh Allah.

Terakhir sebagai info untuk Anda yang ingin melaksanakan aqiqah di daerah Jakarta, kami Bunayya Aqiqah siap membantu pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya. Terimakasih Sobat , semoga bermanfaat, Wassalamu’alaikum wr.wb

WhatsApp Chat Whatsapp Kami