Tips Memilih Kambing Untuk Aqiqah

2 min read

cara memilih kambing terbaik untuk aqiqah

Selamat atas kelahiran sang buah hati ya. Semoga kelak menjadi anak yang shalih – shalihah, penerus dakwah Rosulullah dan bermanfaat untuk umat. Anak adalah sebuah amanah, tentu bagi orang tua pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak – anaknya. 

Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam bersabda :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”

Hukum aqiqah adalah sunnah muakad menurut pendapat kebanyakan ulama. Aqiqah juga bermakna sebagai ungkapan rasa bahagia dan juga panjatan rasa syukur. Maka kebiasaan orang islam adalah menggelar acara aqiqah sebagai rasa syukurnya di hari ke-7, ke-14 ataupun ke-21 setelah kelahiran seorang anak dan batas waktunya ketika anak masuk usia baligh.

Akan tetapi  jika kondisi keadaan ekonomi yang masih belum memungkinkan ( belum mampu ) sampai anak masuk usia baligh maka tanggung jawab  aqiqah bagi orang tuanyapun  gugur. 

Bagi kalian yang hendak aqiqah untuk anaknya, pasti masih bingung mencari kambing yang bagus apalagi pertama kali aqiqah. Nah, berikut ini kami tulis sebuah artikel mengenai tips – tips dalam memilih kambing untuk aqiqah.

Selamat membaca, semoga bermanfaat ya.

1. Sehat

Kambing yang sehat dapat diperhatikan pada bagian matanya. Jika matanya awas, jernih dan bisa fokus melihat suatu barang dengan jelas maka kambing tersebut sehat. Kambing yang sehat juga mempunyai penampilan yang cakap  kokoh, berdada lebar, lincah serta berselera tinggi untuk makan.

2. Tidak Cacat

Maksud dari tidak cacat disini adalah normal badannya tidak kurang suatu apapun misalnya cacat kaki atau tangannya, sobek daun telinga, buta matanya, sumbing, tanduk patah, hilang ekornya, bulu rontok dan sakit luka ringan yang tidak membahayakan kelangsungan hidupnya.

Pastikan kambing yang kamu beli tidak cacat ya.

3. Punggung yang Besar

Punggung yang besar pada kambing menandakan bahwa kambing tersebut memiliki daging yang banyak. Jadi sebelum membeli, pilihlah dengan teliti kambing yang punggung besar agar banyak daging yang bisa untuk dimakan keluarga besar dan dibagikan sanak saudara, tetangga, teman dan orang yang kurang mampu.

4. Usia Lebih dari 1 Tahun

Menurut pendapat kebanyakan ulama, umur kambing untuk aqiqah disamakan dengan umur kambing untuk qurban yaitu telah musinah artinya cukup umur untuk dikurbankan. Minimalnya yaitu umur satu tahun, sebaiknya kamu lebih selektif lagi dalam memilih kambing aqiqah.

5. Gigi Susu Sudah Berganti Menjadi Gigi Tetap (Poel)

Pada umumnya orang akan melihat umur domba ataupun kambing dari jumlah gigi seri yang tumbuh. Memang melihat umur domba atau kambing dengan cara ini tidak selalu tepat. Namun, cara ini cukup memberikan petunjuk yang dapat dipercaya tentang umur kambing tersebut.

Sepasang gigi susu tengah berganti dengan gigi tetap itu diperkirakan kambing atau domba berumur 1 tahun – 1,5 tahun.

6. Gigi dan Kuku Yang Bersih

Untuk bisa memastikan kambing tersebut sehat, kamu bisa memperhatikan gigi dan kukunya. Untuk gigi, kamu perhatikan gigi utamanya, pastikan giginya kuat guna untuk mengunyah makanan. Untuk kukunya, pastikan kukunya bersih agar tidak terjangkit cacing. Karena cacing bisa berkembang biak pada kambing. Sangat berbahaya untuk kesehatan jika memakan daging kambing yang terjangkit cacing.

7. Jantan Lebih Diutamakan

Berkaitan mengenai  jumlah kambingnya, aqiqah untuk bayi laki-laki adalah dua kambing dan bayi wanita satu kambing. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ

 صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Mengenai jenis kambingnya disini tidak dijelaskan, apakah harus jantan ataupun boleh betina. Akan tetapi para ulama menyatakan, bahwasanya kambing aqiqah itu sama dengan kambing kurban dalam hal usia, jenis dan tidak cacat. 

Dengan demikian, maka sah saja jika seseorang menyembelih kambing betina dalam aqiqah, walaupun yang jantan lebih diutamakan.

8. Melihat Langsung Kambingnya

Atau jika membeli online maka menggunakan ukuran yang pasti (Berat Badan, Tinggi Badan atau Panjang Badan Kambing)

Untuk menghindari penipuan pembelian kambing maka ada baiknya melihat langsung kambingnya. Dengan demikian, kamu akan melihat secara jelas kondisi kambing tersebut dan bisa memastikan sendiri bahwa kambing tersebut sehat, tidak cacat dan layak untuk aqiqah.

Namun jika kamu tergolong orang yang sibuk atau ada hal lain yang membuatmu harus membeli dengan online, maka kamu bisa mencarinya di medsos seperti facebook, instagram, google maupun majelis-majelis yang telah bekerja sama dengan peternak kambing diberbagai tempat. Sebelum kamu membelinya perhatikan juga ukuran kambing saat membeli misal berat badanya, tinggi badannya maupun panjang badan kambingnya. Hal demikian menghindarkan diri dari penipuan agar tidak kecewa.

Demikianlah tips-tips dalam memilih kambing untuk aqiqah, semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *