Hari Terbaik untuk Melakukan Aqiqah

1 min read

hari terbaik aqiqah

Pada saat istri mengandung, seorang ayah boleh memikirkan tentang nama, biaya kelahiran, bahkan hingga biaya aqiqah. Ya, aqiqah alangkah baiknya sudah difikirkan dan dipersiapkan sebelumnya.

Mengapa demikian? Berikut penjelasannya:

Kita telah mengetahui bahwa aqiqah merupakan amal yang dapat dilakukan oleh orang tua, bukan oleh anak itu sendiri. Lalu sebagian dari kita ada yang bertanya, kapan sebaiknya hari yang baik untuk melaksanakan aqiqah? Apakah aqiqah harus dilakukan pada hari ke 7 setelah kelahiran bayi?

Kita akan membahas dalam artikel ini.

Dalam hal ini, para ulama menganjurkan ketika ada bayi yang lahir maka diaqiqahkan di hari ke-7. Seperti yang ada dalam hadist: “Bayi yang baru lahir itu disembelihkan aqiqahnya pada hari yang ke 7”.
Sehingga banyak para ulama’ yang menganjurkan aqiqah di hari yang ke 7.

Namun Imam Nawawi RA dalam kitabnya Al Majmu Sara Al-Muadzab mengatakan bahwa seandainya ada orang tua yang mau mengaqiqahi bayinya setelah hari ke 7 atau sebelum hari ke 7 diperbolehkan. Syaratnya yang penting bayinya sudah lahir.

Para ulama’ menganjurkan agar bayi diaqiqahi sebelum si anak baligh.

Lalu selalu muncul pertanyaan aqiqah pada saat hari raya Idul Adha, jika belum beraqiqah mana yang lebih didahulukan antara qurban atau aqiqah?

Dalam hal ini Buya Yahya menjelaskan bahwa aqiqah itu disunnahkan atas orang tua. Bukan si anak itu mengaqiqahi dirinya sendiri. Jika orang tua sudah meninggal, maka sudah gugur kesunnahan aqiqah itu untuk sang orang tua. Si anak bisa mengalihkan kambingnya untuk dijadikan qurban di hari raya Idul Adha.

Berbeda dengan qur’ban, aqiqah cukup sekali saja seumur hidup. Kalau qurban justru dianjurkan setiap tahun melaksanakannya.

Jika orang tua sudah meninggal dan seseorang ingin mengaqiqahi dirinya sendiri, maka tidak apa-apa. Maka hukumnya menjadi sedekah.

Maka dapat disimpulkan, bahwa hari terbaik untuk melakukan aqiqah adalah pada hari ke 7 setelah kelahiran anak. Jika belum mampu melaksanakannya pada hari ke 7 maka orang tua tetap bisa melakukan aqiqah maksimal sampai si anak baligh.

Jika sudah baligh, maka sudah gugur kesunnahan orang tua mengaqiqahi. Dalam Madzhap Syafi’i, aqiqah pada saat anak sudah baligh dihukumi sebagai sedekah biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *